 Yup... setelah berulang kali membaca surat pembaca di beberapa harian mengenai tikus-tikus berkepala hitam (mungkin juga ada yg di-pirang-in) dan berkaki dua yang hobby membongkar tas / koper / bagasi penumpang, akhirnya kejadian yang sama kena di gua. 5 jam akibat penundaan keberangkatan pesawat merupakan waktu yang cukup buat mereka membongkar dengan santai. Gak bisa nemu kombinasi angka, apa boleh buat. Hancurin aja sekalian! Oops... masih ada gembok kecil. Ah, pake tang juga putus. Jadi, kalau anda-anda ingin bepergian naik pesawat domestik, pastikan tidak memasukkan uang, benda-benda berharga dan elektronik kedalam bagasi. Tenteng aja semua, biar berat yang penting aman. Hehehe....
Tadi pagi lagi nganter anak ke sekolah. Tiba2 di jalan satu arah, ada pengendara motor dari arah berlawanan hampir nabrak gw, gara2 mengendarai motor sambil sms-an. Huahaha.... di klaksonin... eh, malah dianya marah. Ya ampun... udah salah koq ngotot... Udah ngelawan arah, naik motor sambil sms-an lagi. Hmmm... beruntunglah dia ane lagi ama anak2. Sayang gak sempet nyuruh anak ane fotoin, kalo gak udah gua masukin ke maludong.
Yup.... itu adalah kata-kata temen2 yg bersyukur dgn kejadian akhir-akhir ini.
Kenapa?
Temen2 yang tadinya cuma user biasa, tahunya buka browser click sana click sini, sekarang pada tahu bagaimana menyembunyikan IP address, proxy bebas, jadi tahu apa itu DNS, tunnel, dan istilah-istilah internet dan networking lainnya.
Tugasnya sebagai menkominfo boleh dibilang berhasil, karena dengan begitu makan banyak orang yang melek IT, meskipun untuk itu tidak terbilang caci maki terhadapnya (hampir semua milis, forum, blog pada mencaci maki).
Terima kasih, menkominfo. Itu pula yang diucapkan para admin dari proxy2 bebas yang bertaburan di internet, karena mereka (kalo lagi jahat, mungkin) bisa melihat user name dan password dari pemakai internet indonesia sewaktu mereka login ke multiply, rapidshare, friendster, facebook, etc.
Yeah.... itu adalah tampilan firefox waktu gua mo akses ke multiply gua, tadi malam pake koneksi vpn ke Indonet via mobile8 / fren. Hari ini, 08 April 2008 jam 09.30 hal yang sama muncul di screen gua waktu akses via adsl speedy. Artinya: banci2 pencari muka pemerintah mulai takut ama menkominfo yg mikir orang akses ke youtube, multiply, rapidshare cuma buat nyari film fitna ama hal2 yang porno.
Bah....
Untung provider wireless internet gua masih ngasih belum ngeblock akses ke site2 tersebut..
*yg jadi pengen liat fitna tuh kayak apaan*
Sabtu kemarin, mumpung pagi gak kemana-mana gua anterin bokap ke laboratorium Prodia check darah rutin. Iseng, gua sekalian ikutan check darah juga. Terakhir gua check darah sekitar 4 tahun lalu, dengan hasil yang masih dalam tahap toleransi semua. Yang gua check cuma yg umum-umum aja, glukosa puasa dan glukosa 2 jam , cholesterol, asam urat, dan so pasti tensi darah. Pas ambil hasilnya, gua kaget hampir pingsan. Kadar glukosa, cholesterol (total, ldl, hdl), trigliserida jauh diatas rata-rata. Yang normal cuma asam urat, tekanan darah bahkan tergolong rendah. Waks.... rencana mo pergi kondangan gw batalin, langsung berubah pikiran. Ke dokter! Yup... tapi hari Sabtu gini dokter langganan keluarga gak praktek, terpaksa telpon ke hp nya buat konsultasi. Dari hasil2 yang gua bacain, akhirnya dokter langganan gua merujuk ke temannya yang praktik di RS Husada buat kondisi darurat. Sampai disana, terpaksa menjalani pemeriksaan tambahan alias general check up. Fungsi hati, ginjal, jantung ikutan diperiksa. Thank's God, semuanya masih berfungsi normal. Tapi dengan catatan, pola makan harus berubah, kalo gak mau menjadi penderita sakit kronis akibat hal-hal tersebut. :( Akhirnya, gua harus mengucapkan good bye untuk segala makanan enak. Soto tangkar yang pake jeroan, kepiting saos padang, cumi goreng mentega, udang bakar, sate babi pecenongan, babi guling manado, tinorangsak (beserta segala macam masakan manado yang mengandung babi), gulai otak di warung padang langganan gua, ribs di Tony Roma's, whoooaaaaa....... udah gak bisa AYCE di nanaban tei dan gang gang sulai lagi. Satu2nya hewan yang masih aman untuk gua makan adalah yang berjenis ikan, tapi itupun cara masaknya gak boleh sembarangan. Jadi masih dibolehkan makan cakalang rica2, cakalang woku, ikan bakar. Sisanya adalah sayur2an. Sekarang, bikin kopi pun terpaksa black coffee, pemanisnya pakai tropicana slim. Semua gua lakuin, karena anak-anak gua masih SD euy.... dan juga obat2an yang gua minum cukup yang untuk nurunin glucose dan cholesterol. Karena gua belum ingin minum viagra. Hehehehe.... :D Apr 07, 2008 Ngetik sambil ngemil kacang kulit <<<--- loh masih belum merubah kebiasaan...
Pernah gak merasa terganggu oleh telfon dari telemarketer? Terus terang gw udah mulai merasa muak dgn telfon2 aneh yang masuk ke nomorku. Dari yang nawarin kartu kredit, pinjaman tanpa agunan, investasi, asuransi sampe jualan produk mulai dari rumah, alat-alat elektronik dan shampo. Yes... shampo mobil.
Jawabanku jelas bermacam-macam. Kalo nawarin CC, tinggal bilang "Ini kalo ada tagihan musti bayar yah, mbak?" Dijawab "Iya dong, pak!" Sahutin lagi "Wah.... nggak deh, mbak. Ntar kalo udah ada kartu kredit yg gw bisa pake sepuasnya tanpa harus bayar tagihan, boleh nawarin gua lagi".
Kalo yg nawarin loan on phone, jawaban gw pasti "Bonus tahun lalu aja masih gak tahu mo diapain!"
Yg paling sebal kalo nawarin asuransi atau produk investasi. Udah bilang gw ikut ini itu, tetap aja ngeyel "Tapi produk kami lain lho, pak. Ini lho bla... bla... bla.." Kalo model ginian gw akan putusin "Sorry mbak lagi banyak kerjaan nih" langsung hang-up.
Paling demen becanda atau godain telemarketer yg jualan rumah atau apartemen. "Waduh, masak gw musti cari "simpanan" lagi sih... soalnya gw kalo beli rumah pasti buat "simpanan-simpanan" gw... sampeyan mau gak jadi "simpanan" gw yg ke 8?" Hehehe.....
Jawaban paling gokil buat yang nawarin produk elektronik, dalam kasus ini jualan TV LCD. "Gua kan hobi elektronik, kemarin gua baru kelar ngebangun LCD TV yg 50 inch. Gak ada merk sih, namanya juga bikin sendiri. Sekarang masih ada sisa 2 biji, mending situ jadi telemarketing gua jualin tuh tv."
Hehehe.... minggu lalu gw dapat e-mail di bawah, dan langsung gw praktekin. Begitu tahu telpon dari telemarketer, langsung akting pura-pura gak denger seakan-akan sinyalnya jelek, suruh dia mengulangi ucapannya sampe berkali-kali sampe akhirnya dia capek sendiri. "Oh yah.. nanti aja saya telpon kembali pak" "Halo.. kenapa?" "Nanti saya telpon kembali pak" "Oh iyah.. telpon apaan? Gak denger nih?" "Nanti saya telpon kembali pak" "Oh mo telpon ke Bali? Saya di Jakarta kok pak!" "Saya akan telpon lagi pak, nanti" "Si Santi kenapa?" "Terima kasih, pak" *telpon di putus* Whuahahaha......
--------------------------
20 Responses to Telemarketers
1. If they want to loan you money, tell them you just filed for bankruptcy and you could sure use some money.
2. If they start out with, "How are you today?" say, "I'm so glad you asked, because no one these days seems to care, and I have all these problems. My arthritis is acting up, my eyelashes are sore, my dog just died . . . "
3. If they say they're John Doe from XYZ Company, ask them to spell their name. Then ask them to spell the company name. Then ask them where it is located, how long it has been in business, how many people work there, how they got into this line of work if they are married, how many kids they have, etc. Continue asking them personal questions or questions about their company for as long as necessary.
4. This works great if you are male. Telemarketer: "Hi, my name is Judy and I'm with XYZ Company. " You: Wait for a second and with a real husky voice ask, "What are you wearing?"
5. Cry out in surprise, "Judy? Is that you? Oh my God! Judy, how have you been?" Hopefully, this will give Judy a few brief moments of terror as she tries to figure out where she could know you from.
6. Say "No" over and over. Be sure to vary the sound of each one, and keep a rhythmic tempo, even as they are trying to speak. This is most fun if you can do it until they hang up.
7. If MCI calls trying to get you to sign up for the Family and Friends Plan, reply, in as sinister a voice as you can, "I don't have any friends, would you be my friend?"
8. If the company cleans rugs, respond: "Can you get out blood? Can you get out goat blood? How about human blood?"
9. After the Telemarketer gives his or her spiel, ask him or her to marry you. When they get all flustered, tell them that you can't just give your credit card number to a complete stranger.
10. Tell the Telemarketer that you work for the same company, and they can't sell to employees.
11. Answer the phone. As soon as you realize it is a Telemarketer, set the receiver down, scream, "Oh my God!" and then hang up.
12. Tell the Telemarketer you are busy at the moment and ask him/her if he/she will give you his/her home phone number so you can call him/her back. When the Telemarketer explains that telemarketers cannot give out their home numbers say, "I guess you don't want anyone bothering you at home, right?" The Telemarketer will agree and you say, "Me either!" Hang up.
13. Ask them to repeat everything they say, several times.
14. Tell them it is dinner time, but ask if they would please hold. Put them on your speaker phone while you continue to eat at your leisure. Smack your food loudly and continue with your dinner conversation.
15. Tell the Telemarketer you are on "home incarceration" and ask if they could bring you some beer.
16. Ask them to fax the information to you, and make up a number.
17. Tell the Telemarketer, "Okay, I'll listen to you. But I should probably tell you, I'm not wearing any clothes."
18. Insist that the caller is really your buddy Leon, playing a joke. "Come on, Leon, cut it out! Seriously, Leon, how's your momma?"
19. Tell them you are hard of hearing and that they need to speak up . . . louder . . . louder . . .
20. Tell them to talk very slowly, because you want to write every word down.
----------------
/rs
 | lokon | Jul 20, '07 3:12 AM for everyone |
Udah beberapa hari ini gw (qt) gelisah, gara2 Felix demam. Waktu hari Kamis sih pikir demam biasa radang tenggorokan, langkah pertama kasih obat yg dijual bebas, gw kasih anakonda.. oops, an*k*n*d*n :) tebak ndiri dah. Sabtu siang dah normal, malah sempet main2 ama kakaknya lari2an kesana-sini naik scooter (otoped). Abis itu malah masih sempet diajak mamanya ke salon buat gunting rambut, gara2 dia ngeluh kupingnya suka gatal kena rambut. Malamnya tiba2 demam lagi, panas tinggi. Waduh... buru2 deh bawa ke dokter langganan yg kebetulan tetangga. Diperiksa, tenggorokan nggak radang, jangan2 infeksi usus karena dia sembelit dah dari hari Rabu gak poop. Dikasih obat, Minggunya udah mulai normal lagi. Hari Senin kita masih nggak bolehin sekolah kerana tampangnya masih lemah. Siangnya dia telpon ke mamanya, "Mah, tadi aku udah e'e. Ada tiga, yang dua brontosaurus trus satunya t-rex." Hehehe... berarti obatnya manjur, gak rugi punya tetangga dokter. :) Malamnya pas pulang belanja rutin dari CF, zusternya bilang Felix panasnya tinggi, sampe 39. Hah? Koq gak telpon, jadi kan kita bisa langsung pulang? Untung kepanikan tidak membuat kita jadi dar-ting, selamatlah zusternya dari omelan qt. Langsung bawa ke dokter sp. anak yg memang nanganin Felix dari bayi. Pas diperiksa, disuruh ke lab buat cek darah. (Hebat lho, waktu disuntik untuk ambil darah dia sama sekali gak nangis, padahal sampe rumah dia bilang "Pa, tadi itu sakit banget waktu diambil darah, tapi aku gak nangis"). Hasilnya langsung dapat juga, ternyata hasilnya negatif untuk gejala DBD dan typhus. Tapi dokternya bilang kalo masih anget, Rabu harus kembali lagi untuk cek darah untuk lihat perkembangannya. Ah... dan sampai sekarang dia masih demam....... mudah2an ini hanya demam biasa aja. Semoga cepat sembuh ya nak..... /rs *yg lagi sambil nungguin anak sakit* PS. Tips buat anak demam ada di sini
Gw jarang banget nulis blog, cuma berhubung udah 'mpet banget dan gak tahu mo numpahin ke siapa rasa eneg gw, yah gw tumpahin ke blog aja dah. Ini gara-gara ikl an TV, puas pake fren? Buat yg belum tahu, fren adalah salah satu provider cellular di jakarta yg berbasis CDMA. Selain jualan utama mereka (voice call), mereka juga menawarkan beberapa fasilitas antara lain video streaming dan data, dalam hal ini internet connection. Gw terus terang dulu pake fren karena tertarik dgn iklan mereka yg menawarkan internet dgn kecepatan sampe 152kbps, secara gw waktu itu masih pake dial-up (sampe sekarang juga kadang2 masih dirumah) yg kecepatannya gak beda jauh ama GPRS dari 2 provider GSM gw. Bermodalkan pcmcia cdma data card dari huawei, gw beli kartu perdana fren deh karena untuk Jakarta hanya fren dan esia yg bermain di freq 800Mhz, sesuai spesifikasi data card gw. Setting pake vpn ke internet provider, di hari-hari pertama pemakaian, wah boleh juga nih speednya. Tapi kalo pake volume based dari fren koq nggak pernah bisa connect yah? Ah biar aja, toch masih bisa connect pake vpn. Minggu pertama berlalu, dan mulailah habis masa bulan (tepatnya: minggu) madu. Sisanya adalah pertengkaran dan caci maki plus sumpah serapah. Setiap kali mau connect via vpn ke inet provider gw, selalu error. Dan itu bukan cuma ama satu provider, tapi 2 karena gw kebetulan berlangganan di 2 net provider. Error code-nya beda2, kadang dibilang invalid password & userid, kadang dia jujur bilangin gak bisa connect ke vpn server. 

Coba connect ke m8 yg volume based, horeee.... dah bisa. Tapi jangan senang dulu, secara itu cuma sampe sebatas bisa connect tapi gak bisa ngapa-ngapain, alias diam ditempat. Coba telpon ke customer service (yang untung gratis) tapi jawabannya selalu standar, "Oh yah nanti akan kami lihat!" tapi koq setelah itu koneksi tetap gak berubah . Ada satu CS yg sempat kena omel saya karena waktu itu benar2 lagi gondok banget setelah nyoba sampe 20an kali, akhirnya bisa connect juga tapi jalan ditempat, alias udah 5 menitan online data yg lewat (uplink+downlink) cuma sekitar 600an byte (byte loh, bukan KByte). Eh, pas di telpon jawabnya: "Tapi ditempat saya normal koq pak, tidak ada masalah!". Langsung gw sahutin dgn ketus "Pak, emang saya nanya koneksi di tempat Bapak? Saya kan bilang koneksi saya, bukan bapak!" Dan sekarang, setelah setahun menggunakan fren ternyata masih tidak berubah, sementara iklannya terus muncul di TV mengedepankan "high speed internet connection" dan kepuasan customernya. Mungkin itu hanya marketing gimmick, atau karena tingkat kepuasan setiap orang berbeda. Yg jelas gw gak puas kalo udah connect selama 5 menit, data yg numpang lewat cuma 600 byte dan di tab firefox gw muncul gambar tandar seru dengan text "Server not found". Setelah setahun lebih, gw kalo ditanyain: "Puas pake fren?" Pasti langsung jawab: "Nggak deh yah... " Hahaha...........
Tadi iseng nyari lagu di blognya lagu jadul,
eh... ketemu lagu-lagu jaman Belande di http://lagujadul.multiply.com/music/item/212
Ada beberapa yg akrab di telinga gua, kerana waktu kecil nyokap gw suka
putar lagu2 tersebut di piringan hitam... cuma gua lupa apakah
penyanyinya masih penyanyi yg sama?
Nyokap gua bilang itu adalah lagu-lagu kesukaan oma..
Gua jadi mikir... kalo sekarang putar lagi lagu-lagu tersebut.... pasti
anak gw akan ingat dgn lagu2 tersebut... (secara sekarang dia mulai
familiar dengan group musik Koes Plus, Panbers, Mercy's dan sebangsanya
yg ngetop di era 70an.)
Dan kalau dia udah gede, punya anak (= cucu gua), dia mungkin akan
putar lagu tersebut, mengenang masa kanak-kanaknya..... begitu
berlanjut terus......
Akhirnya jadi deh lagu turun temurun.... :)
Kemarin gua dapat kiriman gohu yg udah siap dimakan.
Wow.... gak disangka gohu yg dulunya makanan ringan buat ngerumpi disore hari sekarang sudah ada versi siap santapnya.
Dengan harga yg Rp 3000,- ... hmmm... gak terlalu mahal.
Rasanya.
Rasa pepayanya enak.... pepaya mengkal yg garing (orang manado bilang: toré)... dengan irisan yg (menurut saya) terlalu tipis.
Kuahnya.... koq bening banget yah?
Meskipun bening banget, tapi tetap aja rasa pedesnya bikin keringatan...
Sementara yg versi bakasang, kuahnya agak coklat2 dikit.... dan bau amis ikannya terasa banget.....
Cuma koq sehabis makan... mulut terasa aneh... kayak kering-kering
gimana gitu.... bawaannya pengen minum terus.... apakah karena
mengandung pengawet?
Kemasan.
Gelas plastik seperti gelas juice yg suka dijual di mall-mall. Tapi
tutupnya koq ada tulisan kanji? Apakah dikemas di luar negeri?
  
Berhubung pengen ganti camdig yg udah 2 taon umurnya (dan bonus tahun
lalu masih ada sisa :) ), gua cari2 review camdig di internet deh.
Antara beli DSLR ato prosumer, akhirnya pilih prosumer. Kenapa prosumer?
Alasan pertama: budget! Prosumer sekarang rata2 udah pake zoom lens sampe 10x,
bayangin kalo EOS350D + lensa 28-300mm, berapa duit?
Trus gua motret kebanyakan buat foto kegiatan anak dan iseng2 serta mata gua tuh bukan mata emas.
Dari banyak prosumer, gua batasin cuma 3, antara Canon S2IS, Panasonic FZ30 atau Fuji S9500.
Dari liat2 user review, akhirnya mutusin ambil S9500, satu2nya yg gak punya image stabilizer.
Koq malah ambil s9500? Alasannya kenapa?
1. Pake batere AA (gua banyak batere NiMh)
2. Ada slot CF/MD (camdig gua yg dulu2 selalu pake CF, jadi gua banyak
CF dan microdrive, total kapasitas CF & MD gua nyampe 6.5GB)
3. Meskipun pixel size gak terlalu efek, tapi bukankah lebih besar lebih baik? 9MP boo...
4. Nah ini dia nih... Karena ukuran sensor CCDnya paling besar, jadi
dalam kondisi low light dengan ISO 400, S9500 paling oke dari ke dua
camdig tersebut. Paling gak noisenya masih bisa diterima mata gw lah..
Kemarin ke pameran Focus, biar gak terkena racun dari kanan kiri gw
langsung jalan ke stand Fuji. Liat2, megang2 dan coba2 S9500
(berikut stand guide yg nungguin s9500-nya.. hehehe). Setelah puas,
tanya harga. 6.75jt dgn bonus soft case (sebelumnya gw udah cek harga
dulu di ek-gadgets, cuma 5.45jt).
Waks.... beda 1,3jt hanya untuk garansi Modern photo. Di tawar gak
bisa, minta tambahan bonus juga gak bisa. Akhirnya gak jadi beli di
pameran. Keliling2 aja deh, sempet liat oly e-300 yg cuma 5,99jt tapi
lagi2 pertimbangan dana tambahan beli lensa yg gak ada membatalkan
transaksi oly tsb.
Dengan hati kecewa dan tangan kosong gw keluar dari ruang pameran.
Dalam perjalanan pulang, gua telpon ek-gadgets tanya ready stock gak
s9500, eh ternyata ada barang. Taksinya langsung berubah haluan (buat
yg gak punya sopir kayak gw, ke JHCC lebih enak naek taksi... hehehehe). Ke Roxy Square, pak!
Sampe ek-gadgets, langsung bongkar. Jepret sana sini, puas, bungkus!
S9500z, 9MP, lensa 28-300mm (hey... kalo eos350d brp ya dgn lensa 28-300mm?)
Beli tambahan UV filter dan CPL dari Hoya, plus Sandisk xD 512MB, total cuma 6,4jt.
Masih dapat bonus dust blower lagi. Hehehe..... Ama harga Modern Photo masih ada sisa 350rb.
Garansi? Ek-gadgets kasih garansi 1 tahun service & spare-parts dari tokonya.
Apa bedanya dengan garansi resmi Modern?
| |